Sabtu, 03 Oktober 2009

KACANG UMPET DI BIS KOTA

Mengawali perjalananku dari Gunung Putri menuju kota Bogor dengan angkutan kota 3/4 yang penuh penumpang juga di penuhi gairah....
sore itu udara terasa sangat dingin karena hujan terus mengguyur kota Bogor dan sekitarnya.....bis terus melaju walau jalan tol jagorawi dipadati oleh mobil-mobil mewah yang menuju puncak, karena kebetulan malam itu malam minggu, sopir yang agak sedikit ugal-ugalan itu sepertinya sedang kejar setoran hingga tidak peduli dengan penumpang yang ketakutan.

Tibalah bis kota yang aku tumpangi sampai di perempatan tol Cibinong - Citeureup, penumpang pun bertambah hingga tempat duduk pun penuh penumpang, karena banyaknya penumpang menuju kota bogor sehingga sebagian penumpang bis harus berdiri, di antara penumpang ada sepasang sejoli menggendong sebuah tas yang berisi perlengkapan nginap terlihat keduanya sedang di mabuk cinta, dari pembicaran mereka berdua yang aku dengar sepertinya sepasang kekasih itu akan menuju ke penginapan yang ada di Ciawi.

Perjalanan yang cukup lumayan jauh di tambah macetnya jalan Tol yang setiap malam minggu di padati oleh kendaraan pribadi yang akan menuju puncak sehingga perjalanan terasa semakin jauh..dan jauhhh..,di antara desakan-desakan para penumpang bis yang tidak kebagian tempat duduk itu berdiri seorang perempuan yang sebaya denganku persis di samping tempat dudukku, selama perjalanan aku diam seribu kata hanya mendengarkan celoteh dari sepasang sejoli tersebut, tanpa aku sadari perempuan yang berbuah dada ukuran 38B itu terdesak condong ke arah ku, di sinilah aku merasakan ada gesekan yang membuat otak kecil ku berpindah haluan, ku tegakkan tubuh ku dari tempat duduk, ku letakan tanganku di atas tas yang ada di pangkuanku, ku awali aksi isengku yang tidak senonoh itu, ku asongkan sikut lenganku ke arah pahanya, pertama hanya ku rasakan benjolan Hand Phone yang ada di saku celananya,

Bis kota terus melaju menuju tempat tujuan tanpa aku sadari sikut tanganku sudah berada pas di antara kedua pahanya, ku rasakan ada "Kacang Umpet" di balik resleting celananya, dari desiran nafasnya sepertinaya cewek itupun menerima keisenganku, aku menundukan kepala seperti orang ngantuk, padahal aku sedang memperhatikan isi di balik resletingnya itu, dia menggoyangkan tubuhnya ke kiri dan kanan sesekali dia mendorongkan tubuhnya ke arahku dan akupun merasakan ada yang mengganjal di balik celana dalamku, "Kalau begini siapa yang ga beres nih.." tanyaku dalam hati... ku tegakan kembali tubuhku dan ku usap sesekali mukaku karena sebentar lagi sampai pada tempat yang aku tuju saat itu dan diapun menghentikan goyangan tubuhnya.

Sampailah bis kota pada tempat tujuan penumpang mulai berdesakan turun di tataplah mukaku oleh perempuan yang baru saja membuat adik kecil ku menangis mengeluarkan air mani, ku tatap kembali wajahnya dan ku ucapkan "Terima Kasih" diapun berlalu bersama teman laki-lakinya itu.

Seandainya di suatu waktu aku di pertemukan kembali akan ku lakukan lebih dari itu karena akupun tahu dia sangat mengharapkan lebih dari itu, dan sebelum ku akhiri cerita ini aku mohon maaf kepada laki-laki yang menemaninya selama perjalanan menuju Ciawi, kerena aku telah melakukan hal yang tidak senonoh itu kepada perempuanmu, dan yang jelas aku saiki pengen ngrasak'e turuk'e tanggane.....

Minggu, 27 September 2009

NIKMATNYA DAGING NYEMPILNYA JANDA

Sup Iga janda hangat nan lezat pas untuk menghangat kan tubuh yang lemas sehabis berpuasa. Kuah nya gurih pedas dengan potongan iga yang cukup banyak. Melepaskan daging-daging yang " NYEMPIL " di antara iga jadi kepuasan tersendiri. Hmm..nyam..nyam!

Suatu warung makan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, mengingat lokasi nya yang 'tersembunyi' bak mutiara dalam kerang, karena tepat di belakang kawasan industri yang saya sendiri juga ngga tahu. Bermodalkan informasi dari seorang sahabat, saya pun mencoba untuk mencari lokasi tersebut.dan ternyata..

Warung Janda, adalah nama warung tersebut. Setelah bertanya-tanya akhirnya kami menemukan tempat yang dimaksud. Hmm..rasanya sudah tak sabar mencicipi ketenaran sop iga dari warung ini yang konon katanya memiliki perbedaan yang cukup mencolok dengan sop iga di tempat lainnya.di tambah dengan para pelayannya yang aduhai...yang rata-rata mereka menyembulkan buah dadanya yang membuat saya bertahan di tempat itu... di tambah senyum manis para pelayan yang membuat pelanggan tergoda imannya...

Warungnya tidak terlalu luas, tapi pengunjungnya terus saja silih berganti dari anak-anak ABG yang umur belasan hingga para OM-OM yang sudah bangkotan, Untung saja saya mendapatkan tempat yang kosong. Meja yang saya tempati belum sempat di bersihkan, karena pengunjung sebelumnya baru saja meninggalakan meja tersebut. Ini karena saking ramainya pengunjung yang datang terus menerus bergantian.

Pesanan sop iga saya cukup cepat tersaji. Betapa terkejutnya saya, karena satu porsi sop iga ternyata sangat banyak sekali. Semangkuk besar penuh potongan iga plus daging yang " NYEMPIL "menempel di sela-selanya sungguh menggiurkan. Yang membedakannya adalah potongan cabai rawit dan " KACANG UMPET "yang ada di dalam kuahnya.

Mungkin inilah yang membuat semua orang keranjingan dengan sop iga Warung janda ini. Cabai rawit tadi dimasak bersamaan dengan kuah kaldu sop iga plus ' KACANG UMPET " dan rempah-rempahnya. Hmm.. dugaan saya lebih dari tiga jam daging iga ini di godok dengan bumbu-bumbu terahasia mereka. Saat saya menyerutup kuahnya, wow..benar-benar segar dan seperti terseturm!

Daging iganya sangat empuk dan mudah terlepas dari tulangnya. Kuah kaldu yang panas dan juga potongan cabai rawitnya membuat peluh terus mengalir deras di tambah kacang umpetnya yang mak kriuk. Tangan saya pun ikut mengeksekusi si iga biar lebih mantab! Semangkuk sop iga ternyata cukup terjangkau harganya, hanya Rp 14.000,00 untuk semangkuk sop iga rawit plus kacang umpet.