Minggu, 27 September 2009

NIKMATNYA DAGING NYEMPILNYA JANDA

Sup Iga janda hangat nan lezat pas untuk menghangat kan tubuh yang lemas sehabis berpuasa. Kuah nya gurih pedas dengan potongan iga yang cukup banyak. Melepaskan daging-daging yang " NYEMPIL " di antara iga jadi kepuasan tersendiri. Hmm..nyam..nyam!

Suatu warung makan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, mengingat lokasi nya yang 'tersembunyi' bak mutiara dalam kerang, karena tepat di belakang kawasan industri yang saya sendiri juga ngga tahu. Bermodalkan informasi dari seorang sahabat, saya pun mencoba untuk mencari lokasi tersebut.dan ternyata..

Warung Janda, adalah nama warung tersebut. Setelah bertanya-tanya akhirnya kami menemukan tempat yang dimaksud. Hmm..rasanya sudah tak sabar mencicipi ketenaran sop iga dari warung ini yang konon katanya memiliki perbedaan yang cukup mencolok dengan sop iga di tempat lainnya.di tambah dengan para pelayannya yang aduhai...yang rata-rata mereka menyembulkan buah dadanya yang membuat saya bertahan di tempat itu... di tambah senyum manis para pelayan yang membuat pelanggan tergoda imannya...

Warungnya tidak terlalu luas, tapi pengunjungnya terus saja silih berganti dari anak-anak ABG yang umur belasan hingga para OM-OM yang sudah bangkotan, Untung saja saya mendapatkan tempat yang kosong. Meja yang saya tempati belum sempat di bersihkan, karena pengunjung sebelumnya baru saja meninggalakan meja tersebut. Ini karena saking ramainya pengunjung yang datang terus menerus bergantian.

Pesanan sop iga saya cukup cepat tersaji. Betapa terkejutnya saya, karena satu porsi sop iga ternyata sangat banyak sekali. Semangkuk besar penuh potongan iga plus daging yang " NYEMPIL "menempel di sela-selanya sungguh menggiurkan. Yang membedakannya adalah potongan cabai rawit dan " KACANG UMPET "yang ada di dalam kuahnya.

Mungkin inilah yang membuat semua orang keranjingan dengan sop iga Warung janda ini. Cabai rawit tadi dimasak bersamaan dengan kuah kaldu sop iga plus ' KACANG UMPET " dan rempah-rempahnya. Hmm.. dugaan saya lebih dari tiga jam daging iga ini di godok dengan bumbu-bumbu terahasia mereka. Saat saya menyerutup kuahnya, wow..benar-benar segar dan seperti terseturm!

Daging iganya sangat empuk dan mudah terlepas dari tulangnya. Kuah kaldu yang panas dan juga potongan cabai rawitnya membuat peluh terus mengalir deras di tambah kacang umpetnya yang mak kriuk. Tangan saya pun ikut mengeksekusi si iga biar lebih mantab! Semangkuk sop iga ternyata cukup terjangkau harganya, hanya Rp 14.000,00 untuk semangkuk sop iga rawit plus kacang umpet.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar